Entri Populer

Kamis, 22 Maret 2012

Kisah Sukses Pengusaha Bob Sadino

Bob Sadino (Lampung, 9 Maret 1933) atau akrab dipanggil Om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya. Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.

Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya yaitu Soelami Soejoed.

Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.

Pekerjaan pertama yang dilakukannya setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya ketika itu hanya Rp.100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.

Suatu hari, temannya menyarankan Bob memelihara ayam untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob pun tertarik, ketika beternak ayam pada saat itulah muncul inspirasi untuk berwirausaha. Bob memperhatikan kehidupan ayam - ayam ternaknya. Ia mendapat ilham, ayam saja bisa berjuang untuk hidup, tentu manusia pun juga bisa.

Sebagai peternak ayam, Bob dan istrinya, setiap hari menjual beberapa kilogram telor. Dalam tempo satu setengah tahun, ia dan istrinya memiliki banyak langganan, terutama orang asing, karena mereka fasih berbahasa Inggris. Bob dan istrinya tinggal di kawasan Kemang, Jakarta, di mana terdapat banyak menetap orang asing.

Tidak jarang pasangan tersebut dimaki pelanggan. Namun mereka mengaca pada diri sendiri untuk memperbaiki pelayanan. Perubahan drastis pun terjadi pada diri Bob, dari pribadi feodal menjadi pelayan. Bob yang berambut perak, kini pun telah menjadi pemilik tunggal super market ( pasar swalayan ) Kem Chicks. Ia selalu tampil sederhana dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek.

Bisnis pasar swalayan Bob berkembang pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah.

Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang.

Di saat melakukan sesuatu pikiran seseorang berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah pengembangan dari apa yang telah ia lakukan. Kelemahan banyak orang, terlalu banyak berpikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. “Yang paling penting tindakan,” ujar Bob.

Keberhasilan Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke lapangan. Setelah jatuh bangun, Bob mulai trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kelaziman, mestinya dimulai dari ilmu, kemudian praktik, lalu menjadi trampil dan profesional. Menurut Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu, berpikir dan bertindak serba canggih, arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain.

Sedangkan Bob selalu luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan. Dengan sikap seperti itu Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu ia selalu berusaha melayani pelanggan sebaik - baiknya.

Bob menempatkan perusahaannya seperti sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling menghargai, tidak ada yang utama, semuanya punya fungsi dan kekuatan. Sumber : http://www.pengusahasukses.com/kisah-sukses-pengusaha-bob-sadino.htm

6 Tips Menjadi Pengusaha Bermodal Dengkul

Ada enam tips untuk menjadi seorang pekerja lepas atau freelance

1. Pilih Pekerjaan Yang Benar - Benar Disukai.
Tujuan Anda bekerja freelance agar bisa bekerja tanpa tekanan dan bebas stres. Selain mendapatkan penghasilan yang lumayan, anda pun bisa menikmati pekerjaan tersebut. Alangkah baiknya bila anda memilih pekerjaan yang disukai atau memang menjadi hobi Anda.

2. Pilih Pekerjaan Yang Benar - Benar Dikuasai.
Ada masanya, apa yang anda sukai bukanlah menjadi sesuatu yang bisa anda lakukan dengan baik. Saat menentukan pekerjaan yang akan ditekuni, anda pun juga harus mempertimbangkan hal ini.

Seperti contoh, bagi anda yang memiliki bakat berjualan, lebih baik anda menjadi pedagang daripada designer web yang sebenarnya lebih anda sukai walaupun tak begitu menguasainya. Tetapi, anda juga harus ingat saat memilih profesi tersebut, tidak ada unsur keterpaksaan di dalamnya.

3. Terus Belajar dan Pantang Menyerah.
Kunci utama kesuksesan seorang freelancer (sebutan untuk para pekerja lepas) salah satunya adalah kemauan untuk terus belajar dan terbuka terhadap hal-hal baru yang dapat menunjang pekerjaannya. Karena, hal ini pada dasarnya menyangkut kepercayaan terhadap orang lain.

Selain itu, sikap pantang menyerah juga dibutuhkan. Terutama ketika anda sedang menemui kebuntuan berusaha. Cara mengatasinya dengan mencari berbagai alternatif promosi atau ide - ide usaha baru yang dapat membangkitkan usaha anda.

4. Disiplinkan Diri Sendiri.
Menjadi freelancer sudah pasti tidak terikat dengan jam kerja yang monoton dan selalu santai. Namun bukan berarti anda bisa seenaknya dan meremehkan pekerjaan anda begitu saja.
Sikap disiplin mutlak dimiliki, karena hanya dengan kedisiplinan, pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik. Tanpa kedisiplinan, seorang pengusaha tidak akan bisa menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu.

5. Perluas Jaringan Kerja.
Tak peduli apapun pekerjaan lepas anda, mempunyai jaringan yang luas adalah suatu keharusan. Tanpa ada jaringan kerja, akan sangat sulit bagi anda untuk bertahan di tengah persaingan.

Bagi seorang freelancer, kontinuitas kerja berarti juga makin bertambahnya pundi - pundi uang ke kantong mereka, selama mereka konsisten dengan bidang usaha yang mereka pilih.

6. Pandai Berpromosi.
Bukan hanya sekadar mempromosikan barang dagangan saja, anda pun juga harus bisa mempromosikan diri sendiri di depan para klien. Suksesnya promosi yang dilakukan dapat dilihat dari seberapa besar jaringan kerja anda peroleh.
Saat ini, cara berpromosi bisa dilakukan dengan cara - cara yang tidak melulu mengeluarkan uang banyak. Salah satunya dengan mengikuti milis, komunitas pertemanan di dunia maya, dan yang paling sederhanaya yakni promosi gratis dari mulut ke mulut.


Sumber : http://economy.okezone.com/read/2010/04/17/320/323617/6-tips-menjadi-pengusaha-bermodal-dengkul (Ade Hapsari Lestarini - Okezone)


Kamis, 15 Maret 2012

KEWIRAUSAHAAN

  1. Pengertian Wirausaha

Wirausaha adalah seseorang pembuat keputusan yang membantu terbentuknya

system ekonomi perusahaaan yang bebas.

  1. Imbalan Dalam Berwirausaha

* Imbalan laba,

* Imbalan kebebasan, dan

* Imbalan kepuasan menjalani hidup.

  1. Tantangan Dalam Berwirausaha

    * Membutuhkan kerja keras,

    * Menyita banyak waktu, dan

* Membutuhkan kekuatan emosi.


  1. Karakteristik Wirausaha

    * Percaya diri,

    * Berani mengambil resiko,

    * Berorientasi ke masa depan,

    * Memiliki ketrampilan dalam mengorganisasikan sumber daya,

    * Memiliki rasa tanggung jawab,

    * Jujur dan tekun, dan

    * Kreatif dan inovatif.

Sumber : http://entrepreneur.gunadarma.ac.id/e-learning/attachments/039_Kewirausahaan.pdfA

JUMLAH WIRAUSAHA RI NAIK JADI 1,56%

JAKARTA: Jumlah wirausahawan di Indonesia melonjak tajam dari 0,24% menjadi 1,56% dari jumlah penduduk. Kemenkop optimistis tahun 2014 pertumbuhan wirausaha ke titik ideal minimal 2% dapat tercapai.

"Awalnya data yang kita miliki hanya 0,18% pengusaha yang ada lalu tiga tahun lalu kita dapat angka 0,24% dan terakhir Januari 2012 jumlahnya sudah menjadi 1,56% penduduk Indonesia menjadi wirausaha," kata Agus Muharram, Deputi Menkop dan UKM bidang Pengembangan SDM, Kemenkop & UKM, Sabtu 3 Maret 2012.

Berbicara usai peluncuran program pengembangan kewirausahaan HSBC Young Entrepreneur Challenge 2012, Agus Muharram menyatakan data itu hasil kajian Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop dan UKM).

"Satu tahun meluncurkan Gerakan Wirausaha Nasional Febuari 2011 lalu oleh Presiden SBY, data Badan Pusat Statistik (BPS) nasional mengungkapkan di Indonesia kini ada 55, 53 juta UMKM dan 54 juta lebih diantaranya adalah usaha mikro," tambah Agus.

Pertumbuhan 1,56% itu hasil hitungan Deputy Bidang Pengkajian Kemenkop & UKM berdasarkan data dan kriteria yang ditetapkan oleh BPS sebagai lembaga pemerintah yang di percaya dan kompeten.

Itulah sebabnya dia optimistis pada 2014 jumlah pengusaha pencipta lapangan kerja akan mencapai lebih dari 2%. Padahal sebelumnya di perkirakan butuh 25 tahun untuk mendapatkan 2% pengusaha dari jumlah penduduk atau sekitar 4 juta pengusaha karena RI baru memiliki 400.000 wirausaha.

Hal ini tentu saja menggembirakan karena adanya dukungan swasta yang kuat sejak gerakan wirausaha di luncurkan tahun lalu, kata Agus, dan dia berharap apa yang dilakukan HSBC untuk menciptakan sarjana pencipta lapangan kerja seperti kompetisi yang diselenggarakan HSBC Indonesia bisa di lakukan oleh perbankan lainnya.

"Jumlah pegawai negeri kita hanya 4 juta orang sehingga pencapaian pertumbuhan yang ada sekarang faktanya memang merupakan kontribusi dari masyarakat dan kalangan swasta," jelasnya.

Agus Muharram optimistis usaha mencapai tingkat ideal minimal 2% pengusaha itu cepat tercapai jika masalah-masalah dalam pengembangan entrepreneurship di tanah air cepat teratasi.

Seperti di ketahui bahwa Indonesia tertinggal jauh dari negara Asia lainnya seperti China dan Jepang dengan jumlah wirausahawan 10% dari total populasi, Malaysia 5%, dan Singapura 7%. Terlebih lagi di Amerika, lebih dari 12% penduduknya menjadi entrepreneur.

Padahal menurut Ciputra, pendiri Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) untuk membangun ekonomi bangsa dibutuhkan minimal 2% wirausahawan dari keseluruhan populasi.

Agus mengatakan kalangan pemuda di Indonesia terbiasa hidup di zona nyaman karena berkah yang dimiliki dengan sumber daya alam ( SDA) yang berlimpah. Sementara SDA itu harus diolah agar memiliki manfaat dan nilai tambah yang tinggi.

Sedangkan di negara tetangga dan belahan negri lain karena sumber daya alam yang terbatas maka kalangan pemudanya ditantang berkreasi untuk mengatasi keterbatasannya

"Masalah yang kita hadapi utamanya adalah minimnya yang memiliki mental wirausaha atau mental juara untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya. Selain itu besarnya jumlah penduduk, kondisi geografis, akses modal dan penguasaan atas tekhnologi yang terbatas dan soal pemasaran masih jadi hambatan pengembangan entrepreneurship di tanah air," jelasnya. (Bsi)


Oleh Hilda Sabri Sulistiyo

Minggu, 04 Maret 2012 | 20:34 WIB

Sumber : http://www.bisnis.com/articles/jumlah-wirausaha-ri-naik-jadi-1-56-percent


HAKEKAT KEWIRAUSAHAAN

Wirausaha adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber dayasumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih sukses.

Kewirausahaan pada hakekatnya adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif.

Sedangkan Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatankesempatan bisnis; mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses/meningkatkan pendapatan.

Ada Enam Hakekat Pentingnya Kewirausahaan, yaitu:

  • Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi, 1994)

  • Kewirausahaan adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai sebuah usaha dan mengembangkan usaha (Soeharto Prawiro, 1997)

  • Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (kreatif) dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih.

  • Kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (Drucker, 1959)

  • Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreatifitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha (Zimmerer, 1996)

  • Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.


Sumber : http://adesyams.blogspot.com/2009/09/hakekat-kewirausahaan.html