Entri Populer

Kamis, 15 Maret 2012

HAKEKAT KEWIRAUSAHAAN

Wirausaha adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber dayasumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih sukses.

Kewirausahaan pada hakekatnya adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif.

Sedangkan Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatankesempatan bisnis; mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses/meningkatkan pendapatan.

Ada Enam Hakekat Pentingnya Kewirausahaan, yaitu:

  • Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi, 1994)

  • Kewirausahaan adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai sebuah usaha dan mengembangkan usaha (Soeharto Prawiro, 1997)

  • Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (kreatif) dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih.

  • Kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (Drucker, 1959)

  • Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreatifitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha (Zimmerer, 1996)

  • Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.


Sumber : http://adesyams.blogspot.com/2009/09/hakekat-kewirausahaan.html

Rabu, 11 Januari 2012

Jenis - Jenis File

1. Pandang sebuah Toko Bangunan "PD.MAJU JAYA" sebagai enterprise-nya, maka:
a. Master File yang digunakan adalah PEGAWAI dan BARANG
b. Transaction File yang digunakan adalah AMBIL dan MASUK
c. Reference Master File : Kode Pegawai, Nama Pegawai
d. Dynamic Master File : Kode Barang, Nama Barang
e. Atribut yang dibutuhkan file BARANG pada PD. MAJU ZAYA adalah :
- Kode Barang
- Jenis Barang
- Merk Barang
- Satuan
- Harga Satuan
- Kode Produsen
- Tanggal Kadaluarsa
- Tanggal Masuk
- Stok

2. Tiga point yang membedakan antara System Pemrosesan File dengan System Basis Data

System Pemrosesan File :
- Berorientasi pada program
- Bersifat kaku
- Adanya kerangkapan data

System basis data :
- Berorientasi pada data
- Bersifat luwes
- Kerangkapan data dapat terkontrol

3. Perhatikan Tabel di bawah ini

Jenis File

1. Pandang sebuah Toko Bangunan "PD.MAJU JAYA" sebagai enterprise-nya, maka:
a. Master File yang digunakan adalah PEGAWAI dan BARANG
b. Transaction File yang digunakan adalah AMBIL dan MASUK
c. Reference Master File : Kode Pegawai, Nama Pegawai
d. Dynamic Master File : Kode Barang, Nama Barang
e. Atribut yang dibutuhkan file BARANG pada PD. MAJU ZAYA adalah :
- Kode Barang
- Jenis Barang
- Merk Barang
- Satuan
- Harga Satuan
- Kode Produsen
- Tanggal Kadaluarsa
- Tanggal Masuk
- Stok

2. Tiga point yang membedakan antara System Pemrosesan File dengan System Basis Data

System Pemrosesan File :
- Berorientasi pada program
- Bersifat kaku
- Adanya kerangkapan data

System basis data :
- Berorientasi pada data
- Bersifat luwes
- Kerangkapan data dapat terkontrol

3. Perhatikan Tabel di bawah ini

Jumat, 25 November 2011

BASIS DATA

Sistem Pemrosesan file

1. Pada sistem ini menggunakan pengelolaan data secara tradisional dengan cara menyimpan record - record pada file-file yang terpisah sehingga dapat menimbulkan data yang rangkap.

2. Masing - masing file hanya diperuntukan untuk satu program aplikasi.

Sistem Pemrosesan Basis Data

1. Pada sistem ini record - record data disimpan pada satu tempat yakni basis data sehingga mudah dikontrol apabila terjadi kerangkapan data.

2. Dalam satu program aplikasi dapat menampung beberapa file.

Istilah - Istilah Dalam Database

1. Tuple

Merupakan baris pada sebuah relasi atau kumpulan elemen - elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap.

2. Derajat ( degree )

Merupakan jumlah atribut dalam sebuah relasi.

3. Enterprise

Suatu bentuk organisasi seperti : bank, universitas, rumah sakit, pabrik, dsb.

Model Data Berbasis Record

1. Model data relasional ( relational )

2. Model data hierarkhi ( hierarchical )

3. Model data jaringan ( network )

Bahasa DBMS

1. Data Definition Language ( DDL )

2. Data Manipulation Language ( DML )


BASIS DATA

Sistem Pemrosesan file

1. Pada sistem ini menggunakan pengelolaan data secara tradisional dengan cara menyimpan record - record pada file-file yang terpisah sehingga dapat menimbulkan data yang rangkap.

2. Masing - masing file hanya diperuntukan untuk satu program aplikasi.

Sistem Pemrosesan Basis Data

1. Pada sistem ini record - record data disimpan pada satu tempat yakni basis data sehingga mudah dikontrol apabila terjadi kerangkapan data.

2. Dalam satu program aplikasi dapat menampung beberapa file.

Istilah - Istilah Dalam Database

1. Tuple

Merupakan baris pada sebuah relasi atau kumpulan elemen - elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap.

2. Derajat ( degree )

Merupakan jumlah atribut dalam sebuah relasi.

3. Enterprise

Suatu bentuk organisasi seperti : bank, universitas, rumah sakit, pabrik, dsb.

Model Data Berbasis Record

1. Model data relasional ( relational )

2. Model data hierarkhi ( hierarchical )

3. Model data jaringan ( network )

Bahasa DBMS

1. Data Definition Language ( DDL )

2. Data Manipulation Language ( DML )


Sabtu, 22 Oktober 2011

Basis Data

Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan, yang diorganisasi sedemikian rupa, sehingga kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat.. Kumpulan data yang saling berhubunganyang disimpan secara bersama tanpa adanya pengulangan (redudansi) data. Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubunganyang disimpan

Komponen - komponen dalam basis data :

  • Perangkat Keras (Hardware)

Komputer, memori, storage (Harddisk), peripheral, dll.

  • Sistem Operasi (Operating System)

Program yang menjalankan sistem komputer, mengendalikan resourcekomputer dan melakukan berbagai operasi dasar sistem komputer.

  • Basis Data (Database)

Menyimpan berbagai obyek database (struktur tabel, indeks,dll)

  • DBMS (Database Management System)

Perangkat lunak yang memaintain data dalam jumlah besar.

  • Pemakai (User)
  • Aplikasi (perangkat lunak) lain.

Program lain dalam DBMS.

Contoh perusahaan yang menggunakan basis data adalah perusahaan Ritel , mereka menggunakan program basis data berupa SIA (System Informasi Akuntansi)

Berikut contoh Subsistem SIA di Perusahaan Ritel.

Subsistem ini dapat digunakan sebagai dasar pembuatan modul aplikasi SIA. Sebagai contoh, dari Revenue Cycle bisa dibuat modul penjualan dan cash receipt. Modul penjualan dan Cash Receipt ini digunakan untuk departemen penjualan. Bagian entri data, bertugas mengentri data transaksi penjualan, dan akuntan melakukan pengecekan piutang yang jatuh tempo, memposting jurnal terkait revenue ke modul buku besar. Hasil dari entri data transaksi di bagian penjualan, nantinya bisa menghasilkan laporan penjualan dan bisa diintegrasikan dengan subsistem lainnya untuk menghasilkan laporan keuangan.

Input Data

Untuk efisiensi & efektifitas penginputan data transaksi yang sifatnya berulang dan frekuensinya tinggi, maka SIA harus dirancang sesuai dengan trasaction cycle yang ada dalam perusahaan. Berikut contoh analisis perancangan SIA dalam contoh perusahaan ritel. Untuk revenue cycle, SIA harus bisa menampung data No Invoice, Tanggal Transaksi, Nama Barang, Jenis Barang, Jumlah Barang, Harga Jual, dan Jenis Pembelian Tunai/Kredit. Bila data-data tadi dibuat dalam tabel, maka hasilnya adalah:

Tabel Penjualan

No Invoice

Tanggal Transaksi

Nama Barang

Jenis Barang

Jumlah Barang

Harga Jual

Tunai/

Kredit

11/xx/11

12/12/12

Buku

Alat tulis

10

3000

Tunai

11/xx/22

12/12/12

Pensil

Alat tulis

5

2500

Tunai

12/xx/11

12/12/12

Lifebuoy

Sabun mandi

1

5000

Kredit

Tabel penjualan diatas masih belum memenuhi bentuk normal kedua (2NF) dan masih terdapat redudansi data. Oleh karena itu, tabel penjualan ini perlu dinormalkan. Hasil normalisasinya adalah sebagai berikut:

Tabel Penjualan

No Invoice

Tanggal Transaksi

Kode Barang

Jumlah Barang

Harga Jual

Tunai/

Kredit

11/xx/11

12/12/12

1A

10

Rp3000

Tunai

11/xx/22

12/12/12

1B

5

Rp2500

Tunai

12/xx/11

12/12/12

2 S

1

Rp5000

Kredit

Tabel Sediaan

Kode Barang

Nama Barang

Jenis Barang

Jumlah Barang

Cost

Supplier

Alamat

Supplier

1A

Buku

Alat tulis

10000

Rp1000

Koko

Jogja

1B

Pensil

Alat tulis

200000

Rp2000

Alva

Batam

2S

Lifebuoy

Sabun mandi

30000

Rp4000

Anjar

Jakarta

Setelah tabel penjualan memenuhi bentuk normal (tabel sediaan belum), maka tahap selanjutnya adalah membuat otomatisasi penjurnalan, sehingga setiap kali terjadi penjualan, end-user hanya perlu mengentry data kedalam tabel penjualan, tapi secara otomatis penjualan akan bertambah seiring dengan bertambahnya kas/piutang. Cara mengotomatisasikannya adalah (dalam Microsoft Access), menambahkan satu field tersembunyi yang diberi default value ‘kode akun penjualan’ dalam chart of account. Kemudian, mengubah field tunai/kredit sehingga hanya berisi pilihan kas/piutang. Bila transaksi penjualan selalu tunai, maka field ini diperlakukan sama dengan field kode akun penjualan yang tersembunyi, bedanya field ini diisi dengan kode akun kas.

Selain mencatat penjualan dan kas, sistem penjualan yang terintegrasi dengan sediaan akan secara otomatis juga mencatat pengurangan sediaan dan cost of good sold.

Query

Untuk menghasilkan laporan keuangan, maka data-data transaksi yang sudah diinput dalam sistem, harus diintegrasikan dan diquerykan. Kunci pengolahan query ada pada kode akun dan tanggal transaksi. Berikut logika query:


Dalam gambar diatas, dapat dilihat bahwa data-data transaksi dikelompokkan dalam query-query utama akuntansi yang digunakan untuk membentuk laporan keuangan. Pengelompokan ini berdasarkan grup kode akun.

Dibawah ini adalah query yang digunakan untuk membentuk laporan Laba/Rugi, dan query LR yang digunakan sebagai input untuk perubahan modal yang nantinya akan masuk ke neraca.


Sedangkan dibawah ini adalah query yang digunakan untuk membentuk Neraca:


Query-query diatas selain dikelompokkan berdasar kode akun, juga perlu dikelompokkan berdasar tanggal transaksi. Fungsinya adalah menghasilkan laporan keuangan pada periode tertentu atau pada tanggal tertentu. Misalnya: laporan laba/rugi bulan januari tahun 2008. Data-data yang masuk ke laporan ini dibatasi dengan grup kode akun Pendapatan dan Biaya, juga tanggal transaksi pada bulan januari 2008.

Kesimpulannya :

Sistem yang terdiri atas sekumpulan tabel datayang saling berhubungandan sekumpulan program(DBMS: Database Management System) yang memungkinkan berbagai user dan/atau program lain dapat mengakses dan memanipulasi tabel-tabel tersebut.