Entri Populer

Senin, 26 November 2012

PENGELOLAAN KREDIT




1. Pengertian Pengelolaan Kredit
      Pengelolaan Kredit adalah pengelolaan piutang yang timbul dari transaksi penjualan barang dengan pembayaran kredit.

2. Kegiatan Bagian Kredit
 * Identifikasi Pelanggan 
             Bertujuan agar penjualan kredit dilakukan kepada pembeli yang tepat, baik tingkat bonafiditasnya maupun batas maksimal kredit yang diterimanya. Data yang diperlukan yaitu lamanya menjadi pelanggan perusahaan, besarnya kredit maksimal yang pernah diberikan, kelancaran pengembalian krdit pada periode-periode yang lalu, status kredit yang sedang berjalan, dan kondisi perusahaan pelanggan yang sedang berjalan (data ekstern). 
        * Analisa Kelayakan Kredit
        Merupakan kegiatan pengumpulan dan analisis data yang relevan dengan tingkat kemampuan pengembalian kredit dan bonafiiditas pelanggan yang mengajukan order kepada perusahaan.    
        * Penilaian Kelayakan Kredit
-          Character : watak atau karakteristik dari calon debitor.
-          Capacity : kemampuan calon debitor dalam menjalankan usahanya.
-          Capital : modal yang dimilki calon debitor.
-          Condition of Economy : kondisi ekonomi calon debitor yang dapat mempengaruhi usahanya.
-          Collateral : jaminan dalam bentuk harta yang dimiliki oleh calon debitor.       
         * Penentuan Besarnya Kredit
         Merupakan besarnya kredit yang diperkirakan tepat diberikan kepada pelanggan dipandang dari kepentingan pengamanan piutang.

3.      Dokumen - Dokumen Yang Diperlukan
            * Daftar Order Penjualan
               Berisi tentang nama pengirim order, besarnya order dan kredit yang diberikan.       
            * Daftar Pelanggan
               Berisi tentang data-data dari para pelanggan dan tingkat kebonafiditas dari masing-masing pelanggan. 
            * Daftar Usaha Piutang
         Digunakan untuk menentukan status kredit langganan.





Sumber : Hendi Soemantri, Memahami Akuntansi Seri B, Armico, 2004, Bandung.

Senin, 05 November 2012

Sistem Informasi Keuangan




Sistem Informasi Akuntansi
      Akuntansi pada dasarnya adalah rekaman kegiatan organisasi dalam bentuk (biasanya) bahasa keuangan. Pada dasarnya ilmu akuntansi adalah ilmu untuk mencatat, merekam dan menyajikan informasi kegiatan organisasi dalam bahasa keuangan. Informasi tersebut dapat digunakan untuk dasar pengambilan keputusan oleh manajer. Sistem akuntansi mempunyai siklus induk yaitu siklus buku besar dan beberapa siklus pendukung antara lain siklus pendapatan, siklus pengeluaran kas, siklus konversi, siklus utang, siklus piutang dan siklus SDM yang termasuk didalamnya adalah penggajian.

Informasi Yang Dibutuhkan
1. Tingkat Atas
    a. Neraca,
    b. Laporan Laba Rugi,
    c. Laporan Perubahan Modal,
    d. Laporan Arus Kas, dan
    e. Laporan Laba Komprehensif.
2. Tingkat Menengah
    a. Aktiva Tetap,
    b. Utang,
    c. Piutang, dan
    d. Pajak.
3. Tingkat Bawah
    a. Penggajian,
    b. Pemasukan kas,
    c. Pengeluaran kas, dan
    d. Transaksi harian.

Sistem Informasi Anggaran
     Sistem Informasi Anggaran ini bertujuan menyediakan informasi keuangan yang dapat dihasilkan antara lain informasi tentang forecast keuangan, informasi tentang modal kerja, informasi tentang investasi, investasi tentang pendaanaan, infomasi tentang pnganggaran modal, informasi tentang kinerja keuangan dan informasi tentang anggaran keuangan.

Informasi Yang Dibutuhkan
1. Tingkat Atas
     a. Perencanaaan aliran kas,
     b. Perencanaan penggunaan modal,
     c. Perencanaan keuntungan tahunan,
     d. Perencanaan kebijakan deviden,
     e. Perencanaan struktur modal,
     f. Perencanaan manajemen pajak,
     g. Perencanaaan investasi,
     h. Perencanaan angaran modal,
     i. Informasi anggaran modal,
     j. Informasi pasar modal, dan
     k. Informasi pasar uang.
2. Tingkat Menengah
    a. Analisis dana,
    b. Analisis varian,
    c. Analisis profitabilitas,
    d. Analisis likuiditas,
    e. Analisis manajemen utang,
    f. Analisis manajemen aktva,
    g. Analisis biaya modal,
    h. Analisis diskon, dan
    i. Analisis nilai pasar.
3. Tingkat Bawah
    a. Pengelolaan kas kecil,
    b. Pemasukan dan pengeluaran kas,
    c. Umur piutang,
    d. Utang dan piutang jatuh tempo, dan
    e. Pajak pusat dan daerah.





Sumber : Eko Nugroho, 2008. Sistem Informasi Manajemen Konsep, Aplikasi & Perkembangannya, Andi-Yogyakarta, Yogyakarta.

SIM Berbasis Komputer



  1. Pengertian
Sistem adalah seperangkat unsure-unsur yang saling terkait yang secara kolektif membentuk suatu kesatuan. Maka suatu system informasi manajemen berbasis computer (Compute-based management information system) terdiri dari manusia, perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), data dan prosedur-prosedur organisasi yang saling berinteraksi untuk menyediakan data dan informasi yang tepat pada waktunya kepada pihak-pihakdi dalam maupun di luar organisasi yang berkompeten.
Ada pula yang mengatakan bahwa SIM berbasis computer adalah suatu SIM yang menempatkan perkakas pengolah data computer dalam kedudukan yang penting. SIM yang modern merupakan SIM yang terkomputerisasi sehingga gagasan-gagasan tentang komputerisasi di dalam organisasi swasta maupun public sesunguhnya berkenaaan dengan tujuan penyempurnaan system informasi itu sendiri.

  1. Ciri - Ciri Kemampuan Komputer dan Otak Manusia


  1. Unsur - Unsur SIM Berbasis Komputer
          * Manusia
             Computer users.
          * Perangkat Keras (hardware)
             CPU beserta perangkat pendukung.
          * Perangkat Lunak (software)
             Program-program computer.
          * Data
             Fakta-fakta yang akan dibuat informasi yang bermanfaat.
          * Prosedur
             Peraturan-peraturan yang menentukan operasi system computer.

  1. Pelaksanaan SIM Berbasis Komputer
          a. Input
              Menyediakan data mentah ke system komputer.
          b. Pengolahan
              Diolah/diproses oleh CPU.
          c. Penyimpanan
              Setelah data selesai diproses kemudian data disimpan.

  1. Memory Komputer
          * Primary Memory/Main Memory
             Memory yang diakses oleh computer secara langsung pada saat computer terebut berfungsi.
          * Secondary Memory
             Memory yang seluruhnya memuat sumber data yang terbaca mesin sebagai cadangan.

  1. Sistem Operasi Komputer Modern
          * Sistem Pengolahan Dalam Gugus/Tumpukan (bacth processing)
             Sistem pengolahan atau pembaharuan data yang lama, tetapi relative murah.
          * Sistem Pengolah Waktu Nyata (real time processing)
             Sistem pengolahan pembaharuan data yang dilakukan langsung pada file dan database.




Sumber : Tata Sutabri, 2003. Sistem Informasi Manajemen, Andi-Yogyakarta, Jakarta.

Siklus Hidup Sistem


Pengertian
Siklus Hidup System adalah proses evlusioner yang diikuti dalam menerapkan system atau subsistem informasi berbasis computer.

Tahap - Tahap Siklus Hidup Sistem
1. Perencanaan
    * Menyadari masalah
       Kebutuhan akan proyek yang dirasakan oleh manajer perusahaan maupun menajer non perusahaan.
    * Mendefiniskan masalah
       Memahami dengan baik agar dapat mengatasi pemasalahan tersebut.
    * Menentukan tujuan system
       Mengembangkan suatu daftar tujuan sisitem yang harus dipenuhi oleh sistem unutk memuaskan pemakai.
    * Mengidentifikasi kendala-kendala system
       Kendala-kendala penting untuk diidentifikasi sebelum system benar-benar mulai dkerjakan.
    * Membuat studi kelayakan
      Suatu tinjauan sekilas pada factor-faktor utama yang akan mempengaruhi kemampuan sistem untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan.
    * Mempersiapkan usulan pnelitian system
       Memberikan dasar yang terinci untuk rancangan system baru mengenai apa yang harus dilakukan system itu dan bagaimana system itu melakukannya.
    * Menyetujui atau menolak proyek
       Menentukan apakah system itu harus diteruskan atau tidak
    * Menetapkan mekanisme pengendalian
       Menetapkan pengendalian proyek dengan menentukan apa yang harus dikerjakan, siapa yang melakukan, dan kapan akan dilaksanakan.

2. Analisis
    * Mengumumkan penelitian system
       Manajemen mengambil langkah-langkah untuk memastikan kerjasama dari para pekerja.
    * Mengorganisasikan tim proyek
       Tim proyek yang akan melakukan penelitian system dikumpulkan.
    * Mendefinisikan kebutuhan informasi
       Analisis mempelajarai kebutuhan informasi pemakai dengan terlibat dalam kegiatan pengumpulan informasi.
    * Mendefinisikan criteria kinerja system
       Menspesifikasikan secara tepat apa yang harus dicapai oleh system.
    * Menyiapkan usulan rancangan
       Memberikan kesempatan bagi manajer untuk membuat keputusan meneruskan atau menghentikan untuk kedua kalinya.
    * Menyetujui atau menolak rancangan proyek
       Mengevaluasi usulan rancangan dan menentukan apakah akan memberikan persetujuan atau tidak.

3. Rancangan
    * Menyiapkan rancangan system yang terinci
       Mendokumentasikan rancangan system baru dengan alat-alat yang dithkan.
    * Mengidentifikasi berbagai alternative konfigurasi system
       Mengidentfikasi konfigurasi peralatan yang akan memberikan hasil terbaik bagi system untuk menyelesaikan pemrosesan.
    * Mengevaluasi berbagai alternative konfigurasi system
       Mengevaluasi berbagai alternative yang memenuhi criteria kinerja dengan kendala-kendala yang ada.
    * Memilih konfigurasi yang terbaik
       Menyesuaikan kombinasi peralatan sehingga semua subsistem menjadi satu konfigurasi tunggal.
    * Menyiapkan usulan penerapan
       Mengikhtisarkan tugas-tugas penerapan yang harus dilakukan.
    * Menyetujui atau menolak penerapan system
       Keputusan untuk melanjutkan atau tidak pada system ini.

4. Penerapan
    * Merencanakan penerapan
    * Mengumumkan penerapan,
    * Mendapatkan sumber daya perangkat keras,
    * Mendapatkan sumber daya perangkat lunak,
    * Menyiapkan database,
    * Menyiapkan fasilitas fisik,
    * Mendidik peserta dan pemakai,dan
    * Masuk ke system baru.

5. Penggunaan
    * Menggunakan system,
       Menggunakan system untuk mencapai tujuan yang diidentifikasikan pada tahap perencanaan.
    * Audit system
       Untuk menenttukan seberapa baik system bau itu memenuhi criteria kerja.
    * Memelihara system
       Memperbaiki kesalahan, menjaga kemutakhiran system, dan Meningkatkan system.




Sumber : McLeod Raymond, 1995. Sistem Informasi Manajemen, Jilid I, PT Prenhallindo, Jakarta.
Siklus Hidup Sistem

Pengertian
Siklus Hidup System adalah proses evlusioner yang diikuti dalam menerapkan system atau subsistem informasi berbasis computer.

Tahap - Tahap Siklus Hidup Sistem
1. Perencanaan
      Langkah - Langkah Dalam Tahap Perencanaan
      a. Menyadari masalah
      Kebutuhan akan proyek yang dirasakan oleh manajer perusahaan maupun menajer non perusahaan.
      b. Mendefiniskan masalah
      Memahami dengan baik agar dapat mengatasi pemasalahan tersebut.
      c. Menentukan tujuan system
      Mengembangkan suatu daftar tujuan sisitem yang harus dipenuhi oleh sistem unutk memuaskan pemakai.
      d. Mengidentifikasi kendala-kendala system
      Kendala-kendala penting untuk diidentifikasi sebelum system benar-benar mulai dkerjakan.
      e. Membuat studi kelayakan
      Suatu tinjauan sekilas pada factor-faktor utama yang akan mempengaruhi kemampuan sistem untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan.
     f. Mempersiapkan usulan penelitian system
     Memberikan dasar yang terinci untuk rancangan system baru mengenai apa yang harus dilakukan system itu dan bagaimana system itu melakukannya.
     g. Menyetujui atau menolak proyek
     Menentukan apakah system itu harus diteruskan atau tidak
     h. Menetapkan mekanisme pengendalian
     Menetapkan pengendalian proyek dengan menentukan apa yang harus dikerjakan, siapa yang melakukan, dan kapan akan dilaksanakan.

2. Analisis
    Langkah - Langkah Dalam Tahap Analisis
    a. Mengumumkan penelitian system
    Manajemen mengambil langkah-langkah untuk memastikan kerjasama dari para pekerja.
    b. Mengorganisasikan tim proyek
    Tim proyek yang akan melakukan penelitian system dikumpulkan.
    c. Mendefinisikan kebutuhan informasi
    Analisis mempelajarai kebutuhan informasi pemakai dengan terlibat dalam kegiatan pengumpulan informasi.
    d. Mendefinisikan criteria kinerja system
    Menspesifikasikan secara tepat apa yang harus dicapai oleh system.
    e. Menyiapkan usulan rancangan
    Memberikan kesempatan bagi manajer untuk membuat keputusan meneruskan atau menghentikan untuk kedua kalinya.
Menyetujui atau menolak rancangan proyek
Mengevaluasi usulan rancangan dan menentukan apakah akan memberikan persetujuan atau tidak.
Rancangan
Langkah - Langkah Dalam Tahap Rancangan
Menyiapkan rancangan system yang terinci
Mendokumentasikan rancangan system baru dengan alat-alat yang dithkan.
Mengidentifikasi berbagai alternative konfigurasi system
Mengidentfikasi konfigurasi peralatan yang akan memberikan hasil terbaik bagi system untuk menyelesaikan pemrosesan.
Mengevaluasi berbagai alternative konfigurasi system
Mengevaluasi berbagai alternative yang memenuhi criteria kinerja dengan kendala-kendala yang ada.
Memilih konfigurasi yang terbaik
Menyesuaikan kombinasi peralatan sehingga semua subsistem menjadi satu konfigurasi tunggal.
Menyiapkan usulan penerapan
Mengikhtisarkan tugas-tugas penerapan yang harus dilakukan.
Menyetujui atau menolak penerapan system
Keputusan untuk melanjutkan atau tidak pada system ini.
Penerapan
Langkah - Langkah Dalam Tahap Penerapan
Merencanakan penerapan
Mengumumkan penerapan,
Mendapatkan sumber daya perangkat keras,
Mendapatkan sumber daya perangkat lunak,
Menyiapkan database,
Menyiapkan fasilitas fisik,
Mendidik peserta dan pemakai,dan
Masuk ke system baru.
Penggunaan
Langkah - Langkah Dalam Tahap Penggunaan
Menggunakan system,
Menggunakan system untuk mencapai tujuan yang diidentifikasikan pada tahap perencanaan.
Audit system
Untuk menenttukan seberapa baik system bau itu memenuhi criteria kerja.
Memelihara system.
Memperbaiki kesalahan, menjaga kemutakhiran system, dan Meningkatkan system.
Sumber : McLeod Raymond, 1995. Sistem Informasi Manajemen, Jilid I, PT Prenhallindo, Jakarta.

Pengambilan Keputusan


Pengertian Pengambilan Keputusan
Pembuatan Keputusan di latar belakangi oleh adanya suatu masalah atau problem dalam usaha mencapai suatu tujuan tertentu. Pembuatan Keputusan ini bertujuan mengatasi atau memecahkan masalah yang bersangkutan sehingga usaha pencapaian tujuan yang dimaksud dapat dilaksanakna secara baik dan efektif. Selain itu pembuatan masalah juda dipandang sebagai usaha untuk mencari jalan keluar dari suatu masalah yang terjadi.

Tiga Golongan Masalah
 1. Masalah Korektif
     Masalah yang timbul karena adanya penyimpangan dari apa yang direncanakan.
 2. Masalah Progresif
     Masalah yang terjadi akibat adanya keinginan untuk memperbaiki atau meningkatkan suatu prestasi atau hasil masa lalu.
3. Masalah Kreatif
    Masalah yang muncul karena adanya keinginan untuk menciptakan sesuatu yang sama sekali baru.

Tipe - Tipe Pengambilan Keputusan
      Metode pengklasifikasian keputusan yaitu keputusan diprogram dan keputusan tidak diprogram. Keputusan juga dapat dibedakan menjadi keputusan kepastian, keputusan resiko, dan keputusan ketidakpastian.
 1. Keputusan Diprogram
     Keputusan yang dibuat menurut kebiasaan, aturan, atau prosedur.
 2. Keputusan Tidak Diprogram
     Keputusan yang berkenaan engan masalah khusus, khas, atau tidak biasa.
 3. Keputusan Kepastian
     Keputusan yang sudah pasti apabila kita melaksanakannya maka akan mendapatkan hasil yang baik.
 4. Keputusan Resiko
     Keputusan yang apabila kita melaksanakannya maka akan mendapatkan hasil yang baik tetapi beresiko.
 5. Keputusan Ketidakpastian
     Keputusan yang apabila kita melaksanakannya maka belum tentu akan mendapatkan hasil yang baik.
 
Proses Pengambilan Keputusan
 a. Pemahaman dan perumusan masalah,
 b. Pengumpulan dan analisis data yang relevan,
 c. Pengembangan alternative,
 d. Evaluasi alternative,
 e. Pemilihan alternative terbaik,
 f. Implementasi keputusan, dan
 g. Evaluasi hasil-hasil keputusan.

Kriteria Pengambilan Keputusan
 a. Memaksimalkan nilai yang diharapkan, dan
 b. Pemuasan.









Sumber : Tata Sutabri, 2003. Sistem Informasi Manajemen, Andi-Yogyakarta, Jakarta.

Minggu, 24 Juni 2012

USAHA SABLON ONLINE


Profil
Usaha Sablon Digital kini menjadi pilihan yang menarik. Mengapa tidak teknologinya sudah ada, tinggal copy paste, praktis dan hasilnya lumayan. Untuk lebih jelasnya mari kita selami seluk beluk dan peluang usaha sablon digital.

Bisnis sablon digital memiliki ceruk pasar pasar yang baru tumbuh dan berkembang. Obyek bidikan bisnis sablon digital, tidak hanya konsumen pribadi saja, tapi industri besar, kantor swasta dan pemerintah juga membutuhkannya. Khususnya mereka pebisnis tentunya ingin bisnisnya dikenal luas, maka mereka tidak akan meninggalkan kegiatan promosi. Usaha sablon digital inilah yang akan menjadi metoda promosi yang menarik.

Pasar yang lapar seperti ini sangat menguntungkan usaha sablon digital, Sebab para pengusaha butuh produk sablon digital untuk media promosi sebagai upaya menarik perhatian pelanggan.  Pada umumnya  jenis usaha sablon, akan mengalami masa panen pada sudah musim pilkada. Semua kandidat butuh promosi baik itu pada pemilihan kepala dareah ataupun pemilihan legislative.

Para calon legislatif itu membutuhkan layanan sablon digital untuk memproduksi souvenir sebagai sarana promosi pencalonan mereka.  Para pengusaha sblon digital akan kebanjiran order gede ketiaka musim pilkada.

Produk yang Dijual
Perbandingan antara bisnis sablon manual dengan bisnis sablon digital.
Sablon didital memiliki keunggulan dibanding sablon manual. Kualitas produk sablon digital lebih bagus. Sablon digital memberikan peluang untuk penggunaan warna yang sempurna, full colour. Sedangkan untuk sablon manual penggunaan warnanya terbatas pada beberapa saja. Dalam pelaksanaannya sablon digital menggunakan teknologi printer berwarna sehinggga gambarnya juga bagus bisa didesain langsung dengan komputer, warna bisa lengkap. Selanjutnya gambar bisa di transfer dari media cetak printernya ke media promosi seperti piring, mug, gelas, kaos dan media lainnya.

Usaha sablon digital ini membutuhkan modal yang tergolong sedang,  kurang dari tujuh jutaan. Berikut ini kami paparkan contoh kalkulasi biaya produksi sablon digital dengan media sebuah T-sirt/kaos.

Harga kaos polos jadi : Rp 17.000

Kertas untuk Transfer : Rp 250

Biaya cetak           : Rp 1.280

Total biaya produksi = Rp 18.510

Perkiraan harga jual (tergantung situasi dan kondisi) berkisar = Rp 35.000 – Rp 40.000

Margin keuntungan = 100% lebih.

Peralatan minimal yang mesti disiapkan untuk menjalankan usaha sablon digital, antara lain perangkat komputer, printer inkjet dan media cetaknya (kertas transfer), Mesin press atau mesin transfer gambar, masing-masing media mempunyai mesin press yang berbeda, media kaos mesin pressnya datar, media mug mesin pressnya melengkung sebagaimana bentuk mug.

Untuk membeli mesin sablon digital tidaklah sulit karena banyak produsen yang telah merancang dan menjual aneka mesin sablon digital. Tinggal kita memilih mana yang kualitas dan harganya sesuai dengan kebijakan kita, ada baiknya anda memilih mesin sablon digital yang bergaransi servis dengan jangka waktu yang panjang.
Hendaklah anda juga memilih tinta yang kualitasnya terbaik. Warna tajam, tidak mblobor dan tidak luntur kena air.


Kekuatan Diri(Strengths)

   Usaha kami memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan perusahaan lain yaitu selain menjual produk yang diperoleh dari suplier yaitu perusahaan lain kami juga memproduksi produk kami sendiri dengan pertimbangan desainnya unik dan jumlahnya terbatas jadi menjamin eksklusifitas. Produk unggulan yang kami produksi sendiri adalah pakaian, asesoris, dan pernak-pernik seputar film, game, anime, dan komik.
  
Kelemahan Diri(Weakness)

  Keadaan tren yang berubah dengan sangat cepat memaksa perusahaan agar dapat mengikuti perubahan tren tersebut agar perusahaan tidak kehilangan konsumennya dan mengalami penurunan jumlah penjualan.


Peluang usaha,
  sablon digital dan tinta semakin banyaknya bisnis usaha yang bergerak di bidang usaha, sablon digital dan tinta. bisnis ini semakin berkembang dengan pesat, kita menyadari kebutuhan sandang dan usaha saling berkaitan serta membutuhkan satu dengan lainnya. contoh : saat kita membuka usaha sablon digital ada perusahaan / toko yang ingin membuat banner / spanduk serta sablon lainnya lalu toko tersebut akan melakukan order ke perusahaan kita.

yang ditekankan mencari peluang usaha, sablon digital dan tinta kita dituntut mengerti dahulu usaha apa yang akan dikembangkan dan tidak akan pernah mati usaha tersebut dan semakin dibutuhkan di kemudian hari, misal bisnis pulsa atau jual handphone merupakan salah satu contoh bisnis usaha yang semakin dibutuhkan setiap orang untuk berkomunikasi dan tidak akan ada habisnya, tetapi apakah peluang usaha seperti ini dapat menjanjikan keuntungan? jawabannya bisa anda tanyakan sendiri karena usaha tersebut hampir jarak 50 meter orang memiliki usaha tersebut dan kita bersaing sangat ketat tetapi ketika kita melihat peluang yang sangat besar bisnis tersebut bisa menjadi pilihan.

Berbeda dengan peluang usaha, sablon digital dan tinta yang membedakan adalah masih sedikitnya orang yang bergelut di bidang sablon, digital dan tinta serta peluang usaha seperti ini dapat menjadikan keuntungan yang besar dengan pengelolaan dan manajemen yang baik. modal yang diperlukan juga tidak sangat besar dengan merintis usaha dan melihat peluangnnya bisnis ini bisa menjadi besar dan berkembang.


Ancamaan Usaha
 
   Ancaman utama yang dihadapi oleh usaha ini adalah perusahaan-perusahaan besar yang telah dikenal oleh masyarakat. Perusahaan-perusahaan tersebut mempunyai pangsa pasar yang sangat besar serta mempunyai nama dan lebih dikenal di masyarakat. Kegiatan produksi mereka dibiayai dengan biaya yang besar dan dikelola dengan sistem manajemen yang baik, mempergunakan peralatan modern sehingga mampu menghasilkan produk yang baik, dan memiliki bisnis grosir dengan prosentase besar. Namun ancaman ini merupakan faktor pendorong dalam menjalankan usaha agar lebih giat dalam berproduksi, selalu meningkatkan dan mempertahankan mutu, kekhasan dan kualitas supaya dapat merebut segmen pasar dan konsumen tidak berpaling pada produk lain.

Sumber : http://www.tonerbagus.com/2012/04/peluang-usaha-sablon-digital.html