Entri Populer

Selasa, 31 Mei 2011

Megawati : Pemerintah Belum Layak Bangun PLTN

Senin, 30 May 2011 04:23 WIB

JAKARTA, RIMANEWS - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, mengkritik rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang akan dilakukan oleh pemerintah di Bangka Belitung.
"Saya katakan jangan berpikir dulu PLTN. Kalau terjadi gempa bagaimana pengamanannya. Kejadian di Jepang bagian dari yang saya pikirkan," kata Mega saat membuka Rakernas Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2011).
Menurut dia, sebelum mengetahui jawaban bagaimana cara menanggulangi bencana akibat PLTN (seperti di Jepang), maka Megawati mendesak agar pemerintah mengurungkan niatnya untuk membangun PLTN.
Mega mengatakan, perlu banyak tenaga ahli nuklir untuk membangun sebuah PLTN, yang harus aman bagi masyarakat. Oleh karenanya, Indonesia dinilai belum layak membangun karena minimnya ahli nuklir yang dimiliki Indonesia.
"Salah satu yang saya ingin betul-betul ada jawabannya, bagaimana cara pengamannya jika ada bencana yang dahsyat," ujarnya.
Seharusnya, kata mantan Presiden RI ini, pemerintah belajar dari kejadian di Jepang.
Mega juga berharap dengan kondisi yang rawan terhadap bencana alam, masyarakat belajar dari Jepang dalam mempersiapkan diri menghadapi bencana.
"Di sana anggota keluarga, dari yang kecil sampai tua, menyiapkan "bag pack" untuk persiapan 3 hari. Berisi pakaian dan makanan. Karena dalam 3 hari diperkirakan bantuan akan datang. Dan itu ditempatkan di dekat pintu mau keluar," kata Mega mencontohkan.
"Mereka (masyarakat Jepang) sangat detil. Tapi kita itu malas untuk detil," katanya.
Menurut Mega, masyarakat sudah cukup sigap ketika bencana datang, tetapi masih bersifat reaktif.
"Minimal kita perlu ajarkan ke anak-anak kita, kalau enggak sempet lari saat gempa terus ke mana. Sembunyi di kolong meja misalnya. Supaya kalau terkena keruntuhan, masih ada ruang untuk bernapas," paparnya.(ian/ant)

http://www.rimanews.com/read/20110530/29931/megawati-pemerintah-belum-layak-bangun-pltn

Minggu, 03 April 2011

Tawuran Antar Warga Johar Baru Ibarat Penyakit Kambuhan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polres Jakarta Pusat menyatakan keseriusannya dalam menangani kasus tawuran anta warga di Tanah Tinggi, Johar Baru. Petugas akan terus mengawasi aktivitas disana mengingat tawuran kerap kali terjadi di kawasan tersebut.

Kepala Bagian Operasi Polres Jakarta Pusat, Kompol Abdul Karim mengibaratkan tawuran antar warga di Jl. Tanah Tinggi, Johar Baru sebagai penyakit kambuhan. "Sebentar sembuh sebentar kumat. Terus saja seperti itu," kata Abdul di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/11/2010).

Dirinya lalu menjelaskan tawuran dapat terjadi akibat masalah sepele seperti dicontohkan hanya karena anak kecil bertengkar setelah kalah bertanding sepakbola, orang tuanya langsung turun tangan ikut-ikutan berkelahi. Warga yang sering melakukan tawuran adalah mereka yang bertempat tinggal di Jl. Baladewa dengan Jl. Kota Paris.

"Hanya karena masalah kecil itu, tawuran antar warga bisa terjadi," imbuh Abdul Karim.

Guna mencegah aksi kembali terjadi, pihaknya mengadakan sweeping warga Johar baru. Mereka akan terus diawasi penuh oleh anggota reserse berpakaian preman.

Puluhan anggota reserse akan membaur dengan warga sekitar. hal itu dilakukan agar ketika tawuran terjadi dapat diketahui sumber permasalahan serta siapa saja yang terlibat. Sweeping juga dilakukan dengan mengawasi senjata tajam atau benda-benda kaca yang diisi air keras. Busur panah juga akan menjadi target sweeping. Dia mengatakan selama ini warga kerap mempersenjatai dirinya dengan alat-alat tersebut ketika tawuran.

Abdul juga mengungkapkan pihaknya kini sudah memeriksa hampir 50 orang warga Jl Tanah Tinggi, untuk mengetahui penyebab tawuran yang terjadi pada Minggu (21/11/2010) lalu. "Kita sendiri belum tahu penyebabnya," imbuhnya. Pihaknya juga belum mendapatkan tersangka yang menjadi otak dibalik tawuran Minggu sore tersebut.






http://www.tribunnews.com/2010/11/25/tawuran-antar-warga-johar-baru-ibarat-penyakit-kambuhan

Sabtu, 02 April 2011

Polisi Bubarkan Tawuran Mahasiswa UKI & YAI di Jl Diponegoro

Selasa, 22/03/2011 21:39 WIB

Jakarta – Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia ( UKI ) dan mahasiswa Yayasan administrasi Indonesia ( YAI ) tawuran di Jl Dipenogoro, Jakarta Pusat. Polisi pn bertindak tegas dan membubarkan tawuran ini.
“Sempat terjadi lempar-lemparan, tetapi tidak ada korban. Mereka sudah berhadap-hadapan di Jl Dipenogoro. Kita cegah agar tidak terjadi keributan yang lebih parah.” Ujar Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Hamidin saat dihubungi detik.com, selasa (22/3/011).
Hamidin menjelaskan polisi berhasil mencegah bentok antara kedua pihak. Polisi pun memaksa kedua kubu mhasiswa ini masuk ke kampus masing-masing. Belum ada yang ditahan dalam peristiwa ini.
“Untuk antisipsi, kita sigakan 60 personel. Di Polres kita siagakan juga.” Tegasnya.
Menurut perwira polisi ini, bentrok terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Polisi masih menyelidiki penyebabnya. Namun dia menjelaskan salah satu mahasiswa dalam keadaan mabuk.
“Menurut petugas, mahasiswa dari UKI membawa minuman karena mulutnya bau alcohol. Mungkin habis minum-minum.” Ujarnya.
Aksi tawuran ini sempat membuat ruas di Jl Dipenogoro di sekitar RSCM tersendat.

http://www.detiknews.com/read/2011/03/22/213930/1599085/10/polisi-bubarkan-tawuran-mahasiswa-uki-yai-di-jl-diponegoro

Sabtu, 26 Februari 2011

WAWASAN NUSANTARA

WAWASAN NUSANTARA

Ajaran Dasar Wawasan Nusantara

1) Wawasan Nusantara sebagai Wawasan Nasional Indonesia
Sebagai bangsa majemuk yang telah menegara, bangsa Indonesia dalam membina dan membangun atau menyelenggarakan kehidupan nasionalnya, baik pada aspek politik, ekonomi, sosbud maupun hankamnya, selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah. Untuk itu pembinaan dan penyelenggaraan tata kehidupan bangsa dan negara Indonesia disusun atas dasar hubungan timbal balik antara falsafah, cita-cita dan tujuan nasional, serta kondisi sosial budaya dan pengalaman sejarah yang menumbuhkan kesadaran tentang kemajemukan dan kebhinekaannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan nasional.
Gagasan untuk menjamin persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan tersebut merupakan cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya, yang dikenal dengan istilah Wawasan Kebangsaan atau Wawasan Nasional Indonesia dan diberi nama Wawasan Nusantara, disingkat "Wasantara."Dari pengertian-pengertian seperti di atas, pengertian yang digunakan sebagai acuan pokok ajaran dasar Wawasan Nusantara ialah Wawasan Nusantara sebagai geopolitik Indonesia, yaitu cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba-beragam dan bemilai strategis dmgan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dan tetap menghargai serta menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional

2) Landasan Idiil: Pancasila

Pancasila telah diakui sebagai ideologi dan dasar negara yang terumuskan dalam Pembukaan UUD 1945. Pada hakikatnya, Pancasila mencerminkan nilai keseimbangan, keserasian, keselarasan, persatuan dan kesatuan, kekeluargaan, kebersamaan dan kearifan dalam mem¬bina kehidupan nasional. Perpaduan nilai-nilai tersebut mampu mewadahi kebinekaan seluruh aspirasi bangsa Indonesia. Pancasila merupakan sumber motivasi bagi perjuangan seluruh bangsa Indonesia dalam tekadnya untuk menata kehidupan di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia secara berdaulat dan mandiri. Pancasila sehagai falsafah, ideologi bangsa, dan dasar negara mempunyai, kekuatan hukum yang mengikat para penyelenggara negara, para pimpinan pemerintahan, dan seluruh rakyat Indonesia
Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara diaktualisasikan dengan mensyukuri segala anugerah Sang Pencipta baik dalam wujud kanstelasi dan posisi geografi maupun segala isi dan potensi yang dimiliki oleh wiiayah nusantara untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi peningkatan harkat,martabat bangsa dan negara Indonesia dalam pergaulan antarbangsa. Hal-hal tersebut menimbulkan rangsangan dan dorongan kepada bangsa Indonesia untuk membina dan mengembangkan segala aspek dan dimensi kehidupan nasionalnya secara dinamis, utuh dan menyeluruh agar ia mampu mempertahankan identitas, integritas, dan kelangsungan hidup serta pertumbuhannya dalam perjuangan mewujudkan cita-cita nasional. Setelah menegara dalam menyelenggarakan kehidupan nasionalnya, bangsa Indonesia menghadapi lingkungan yang terus berubah dan merasa perlu memiliki cara pandang atau Wawasan:Nusantara yang akan menghindarkannya dari bahaya penyesatan dan penyimpangan.
Wawasan Nusantara, pada hakikatnya merupakan pancaran dari falsafah Pancasila yang ditempatkan dalam kondisi nyata Indonesia.
Dengan demikian, Pancasila sebagai falsafah-bangsa Indonesia telah dijadikan landasan idiil dan dasar negara sesuai dengan yang tercantum pada Pembukaan UUD 1945: Karena itu, Pancasila sudah seharusnya serta sewajarnya menjadi landasan idiil Wawasan Nusantara.

3) Landasan Konstitusional: UUD 1945

UUD 1945 merupakan konstitusi dasar yang menjadi pedoman pokok dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Bangsa Indonesia bersepakat bahwa Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik dan berkedaulatan rakyat yang dilakukan-sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Karena itu, negara mengatasi segala paham golongan, kelompok, dan perseorangan serta menghendaki persatuan dan kesatuan dalam segenap aspek dan dimensi kehidupan nasional. Artinya, kepentingan negara dalam segala aspek dan perwujudannya lebih diutamakan di atas kepentingan golongan, kelompok, dan perseorangan berdasarkan aturan, hukum, dan perundangan-undangan yang berlaku yang memperhatikan Hak Asasi Manusia (HAM), aspirasi masyarakat, dan kepentingan daerah yang berkembang saat ini.
Bangsa Indonesia menyadari bahwa bumi, air, dan dirgantara di atasnya serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besamya untuk kemakmuran rakyat. Karena itu, bangsa Indonesia bertekad mendayagunakan segenap kekayaan alam, sumber daya, serta seluruh potensi nasionalnya berdasarkan kebijaksanaan yang terpadu, seimbang, serasi, dan selaras nntuk mewujudkan kesejahteraan dan keamanan segenap bangsa dan seluruh tumpah darah dengan tetap memperhatikan kepentingan daerah penghasil secara proporsional
Dengan demikian, UUD 1945 seharusnya dan sewajamya menjadi landasan konstitusional dari Wawasan Nusantara yang merupakan cara pandang bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Unsur Dasar Konsepsi Wawasan Nusantara


1.Wadah (contour)

Wadah kehidupan berbangsa dan bernegara meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan penduduk dengan aneka ragam budaya. Bangsa Indonesia memiliki organisasi kenegaraan yang merupakan wadah berbagai kegiatan kenegaraan dan wujud infrastruktur politik. Sementara itu, wadah dalam kehidupan bermasyarakat adalah berbagai lembaga dalam wujud infrastruktut politik. Dari Penjelasan di atas, dapatlah dilihat bahwa wadah yang dimaksud dalam unsur pertama ini adalah batas ruang lingkup atau bentuk wujud dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diumumkan melalui Dekrit Juanda tanggal 13 Desember 1957. Deklarasi ini menyatakan bahwa bentuk geografi Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri atas ribuan pulau besar dan kecil. Deklarasi ini kemudian disahkan melalui Perpu No. 4 tahun 1960 tentang perairan Indonesia. Bentuk wujud ini tidak dapat dipisahkan dari azaz Archipelago yang telah diperjuangkan pada pertemuan konvensi hukum laut internasional tahun 1982, mengikat semua negara. Oleh karena itu bentuk nusantara batas-batasnya ditentukan oleh laut, sejauh 12 mil dengan di dalamnya terdapat pulau-pulau serta gugusan pulau, berjumlah 17.508 buah pulau (11.808 diantanya belum mempunyai nama), yang satu sama lain dihubungkan, tidak dipisahkan oleh air, baik berupa laut dan selat. Dengan demikian bentuk wujud nusantara sekarang ini terdiri 65% wilayah laut/perairan dan 35% daratan. Luas seluruhnya kira-kira 5 juta km2 luas daratan, dengan panjang pantai 81.000 km. Adapun topografi daratannya merupakan pegunungan dengan gunung-gunung berapi, baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak aktif. Nusantara Indonesia disamping bentuk wujud di atas, juga mempunyai letak geografis yang khas, yaitu sebagai inti daripada posisi silang dunia, yang mempunyai pengaruh yang besar dalam tata kehidupan dan sifat perikehidupan nasionalnya.

2. Isi (content)

Isi adalah aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945. Untuk menciptakan hal tersebut, bangsa Indonesia harus mampu menciptakan perastuan dan kesatuan bangsa dalam kebhinekaan. Isi menyangkut dua hal yang esensial, yaitu:
a) Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama serta capaian cita-cita dan tujuan nasional.
b) Persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan yang meliputi semua spek kehidupan nasional.

3. Tata laku (conduct)

Tata laku merupakan hasil interaksi dari wadah dan isi, yang terdiri dari tata laku bathiniah dan lahiriah. Tata laku bathiniah mencerminkan jiwa, semangat, dan mentalitas yang baik ari bangsa Indonesia. Sedangkan tata laku lahiriah tercermin dalam tindakan, perbuatan dan perilaku bangsa Indonesia. Kedua hal tersebut akan mencerminkan identitas jati diri bangsa dan kepribadian bangsa.

HAKIKAT WAWASAN NUSANTARA


Hakikat wawasan nusantara adalah keutuhan nusantara, dalam pengertian cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara demi kepentingan nasional. Hal tersebut berarti bahwa setiap warga bangsa dan aparatur negar harus berpikir, bersikap, dan bertindak secara utuh menyeluruh demi kepentingan bangsa dan negara indonesia. Demikian juga produk yang dihasilkan oleh lembaga Negara harus dalam lingkup dan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia, tanpa menghilangkan kepentingan lainnya, seperti kepentingan daerah, golongan dan orang per orang.

Asas Wawasan Nusantara


Asas Wawasan Nusantara merupakan ketentuan-ketentuan atau kaidah-kaidah dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara, dan diciptakan demi tetap saat dan setianya komponen pembentuk bangsa Indonesia (suku bangsa atau golongan) terhadap keputusan bersama.
Asas Wawasan Nusantara terdiri dari : kepentingan yang sama, tujuan yang sama, keadilan, kejujuran, solidaritas, kerjasama, dan kesetiaan terhadap ikrar atau kesepakatan bersama demi terpeliharanya persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan.

Adapun rincian dari asas tersebut berupa :

1) Kepentingan yang sama

Ketika menegakan dan merebut kemerdekaan, kepentingan bersama bangsa Indonesia adalah menghadapi penjajahan secara fisik dari bangsa lain.

2) Keadilan

Kesesuaian pembagian hasil dengan andil, jerih payah usaha, dan kegiatan baik orang perorangan, golongan, kelompok, maupun daerah.

3) Kejujuran

Keberanian berpikir, berkata, dan bertindak sesuai realita serta ketentuan yang benar biarpun realita atau ketentuan itu pahit dan kurang enak didengarnya.

4) Solidaritas

Diperlukannya rasa setia kawan, mau memberi dan berkorban bagi orang lain tanpa meninggalkan ciri dan karakter budaya masing-masing.

5) Kerjasama

Adanya kordinasi, saling pengertian yang didasarkan atas kesetaraan sehingga kerja kelompok, baik kelompok yang kecil maupun yang lebih besar, dapat tercapai demi terciptanya sinergi yang lebih baik.

6) Kesetiaan terhadap kesepakatan bersama

Kesetiaan terhadap kesepakatan bersama ini sangatlah penting dan menjadi tonggak utama terciptanya persatuan dan kesatuan dalam kebinekaan.

Arah Pandang


Dengan latar belakang budaya, sejarah, kondisi, konstelasi geografi, dan perkembangan lingkungan strategis, arah pandang Wawasan Nusantara meliputi arah pandang ke dalam dan ke luar.

1. Arah Pandang ke Dalam

Bahwa bangsa Indonesia harus peka dan berusaha untuk mencegah dan mengatasi sedini mungkin factor-faktor penyebab terjadiny disintegrasi bangsa dan harus mengupayakan tetap terbina dan terpeliharanya persatuan dan kesatuan dalam kebinekaan.

2. Arah Pandangan ke Luar

Bahwa dalam kehidupan internasionalnya, bangsa Indonesia harus berusaha mengamankan kepentingan nasionalnya dalam semua aspek kehidupan, baik politik, ekonomi, social budaya maupun pertahanan dan keamanan demi tercapainya tujuan nasional sesuai dengan yang tertera pada Pembukaan UUD 1945.



Daftar Pustaka

one.indoskripsi.com/node/1219
http://suramkuadrat.blogspot.com/2010/04/wawasan-nusantara.html

Kamis, 24 Februari 2011

"Illegal Logging" Indonesia Turun 75 Persen

"Illegal Logging" Indonesia Turun 75 Persen


Jumat, 16 Juli 2010 02:24 WIB


London (ANTARA News) - Keberhasilan Indonesia menurunkan `illegal logging` sampai 75 persen dalam dekade terakhir merupakan bukti dari komitmen pemerintahan untuk ikut mengatasi tantangan perubahan iklim, serta mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.

Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar Kartaadipoetra mengatakan hal itu dalam wawancara khusus dengan koresponden Antara London, Kamis. Kehadiran Rachmad Witoelar di Kerajaan Inggris mengikuti seminar `Illegal Logging` dan Perdagangan Terkait yang digelar di The Royal Society, Chatham House, London, Kamis.

Dalam laporan yang dikeluarkan Chatham House disebutkan penebangan liar telah menurun 50 persen di Kamerun, 50 sampai 75 persen di Amazon Brasil, dan 75 persen di Indonesia dalam dekade terakhir.

Seminar yang digelar Chatham House, organisasi Independent Thinking on Internasional Affairs, dan dibuka Anggota Parlemen Wakil Sekretaris Negara (DFID), Stephen O`Brien MP, itu tampil sebagai salah satu pembicara Dutabesar RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia Yuri Thamrin.

Dubes Yuri Thamrin mengatakan menjadi suatu kehormatan besar baginya untuk tampil dalam pertemuan penting yang membahas masalah Illegal Logging dan Perdagangan Terkait: Indikator Respon Global.

Menurut Dubes, sudah menjadi komitmen kuat dari pemerintah Indonesia bergabung dengan masyarakat internasional bersama sama mengatasi tantangan perubahan iklim, mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan, dalam memerangi penerbangan liar dan perdagangan kayu dari sumber ilegal produk.

Dubes mengatakan ia sangat menghargai laporan masalah "Illegal Logging dan Perdagangan Terkait: Indikator Respon Global", ditulis Sam Lawson dan Larry MacFaul, dua spesialis terkenal dalam meneliti dan menyelidiki isu-isu lingkungan yang didanai DFID.

"Saya yakin laporan tersebut merupakan kontribusi yang akan memperkaya pengetahuan dan pemahaman tentang dampak buruk dari pembalakan liar dan perdagangan produk kayu dari sumber ilegal," ujar Dubes.

Menurut Dubes, Indonesia sangat setuju dengan salah satu pernyataan inti yang dibuat dalam laporan bahwa penerbangan ilegal dan perdagangan produk kayu illegal merupakan suatu tantangan yang memerlukan perhatian terus-menerus.

Untuk mengatasi tantangan lingkungan, harus ada langkah-langkah nasional yang efektif serta kerjasama erat yang melibatkan negara-negara produsen, serta prosesor dan konsumen sama. "Kami membutuhkan kerjasama yang baik. Kita perlu strategi yang baik serta kebijakan," ujarnya.

Menurut Dubes, laporan yang berisi analisis temuan yang baik dan elemen yang baik akan dipertimbangkan untuk mempertajam dan meningkatkan strategi, kebijakan, pengaturan dan tindakan untuk memerangi pembalakan liar dan perdagangan produk kayu dari sumber ilegal.

Dikatakannya, dari sudut pandang negara-negara berkembang, tujuan melindungi lingkungan adalah hal yang penting, namun kepentingan yang sah dari negara-negara berkembang untuk mempromosikan upaya pembangunan nasional mereka juga harus diperhitungkan sebagaimana mestinya.

Indonesia menekankan pentingnya perlindungan yang baik untuk lingkungan dan konservasi. Presiden Yudhoyono telah membuatnya menjadi komitmen pribadinya untuk posisi konstruktif negara saya sendiri karena Indonesia ingin menjadi bagian dari solusi, ujarnya.

Menurut Dubes, Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Perubahan Iklim PBB di tahun 2007, menghasilkan Bali Roadmap dan Bali Action Plan yang penting untuk proses selanjutnya dari Konferensi Perubahan Iklim PBB.

Di antara inisiatif utama yang diambil Indonesia baru-baru ini adalah selama KTT G20 di Pittsburgh September 2009, Indonesia termasuk salah satu negara pertama yang membuat komitmen yang jelas.

"Hal ini menyatakan bahwa mengurangi emisi dengan 26 persen pada tahun 2020. Dengan dukungan internasional, kami yakin bahwa Indonesia dapat mengurangi emisi sebesar 41 sebanyak persen. Target ini dicapai karena sebagian besar emisi kami berasal dari hutan isu-isu terkait, seperti kebakaran hutan dan deforestasi," katanya.

Selama Konferensi Iklim dan Hutan baru-baru ini terjadi di Oslo bulan Mei lalu, Presiden Yudhoyono membuat pengumuman Indonesia akan memperkenalkan moratorium dua tahun sejak 2011 untuk menghentikan konversi lahan gambut dan hutan. Langkah ini akan berdampak signifikan untuk menangani deforestasi dan untuk membantu mengatasi perubahan iklim.

Antartika Mencair Akibat Meningkatnya Panas Dari Lautan Dalam

Antartika Mencair Akibat Meningkatnya Panas Dari Lautan Dalam


Dalam suatu analisa tentang data suhu laut selama beberapa dekade, ahli kelautan Dr Doug Martinson dari Observatorium Bumi Lamont-Doherty di New York, AS menemukan bahwa selubung es Antartika yang luas sebenarnya mencair dari bagian bawah karena panas sekarang naik dari perairan laut dalam.

Menurut Dr. Martinson, suhu air ini telah meningkat paling tajam sejak 1960, bersamaan dengan peningkatan keruntuhan es laut, serta kian menghangatnya suhu udara, mundurnya 87% gletser alpin, dan kepunahan keseluruhan koloni penguin Adelie. Namun, yang mengejutkan Dr. Martinson adalah analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa kenaikan suhu ini tidak hanya terjadi di Antarktika, tetapi di perairan laut di seluruh dunia. Dr. Martinson menyatakan, Ketika saya melihat hal itu, saya kaget.

Implikasi lain dari data ini adalah bahwa sekalipun emisi berkurang, perairan akan terus melepaskan panas untuk beberapa tahun mendatang. Sebagaimana yang Dr Martinson amati, "Ada potensi bahwa kita akan terkunci dalam kenaikan permukaan laut jangka panjang untuk waktu yang lama." Informasi tersebut juga memberi penjelasan baru tentang daerah lain seperti Beting Es Pulau Pine, Antartika, yang sebelumnya diduga akan hancur karena air yang mencair di musim panas. Sekarang dengan diketahui penyebabnya adalah naiknya air laut dalam, faktor-faktor seperti angin dapat mempengaruhi seberapa cepat beting es ini dan yang lainnya bisa menghilang.

Kami menghargai penelitian Anda, Dr Martinson dan rekan-rekan di Observatorium Bumi Lamont-Doherty, yang menunjukkan bagaimana pemanasan global yang disebabkan oleh manusia mengganggu keseimbangan rapuh Antartika. Semoga tindakan cepat kita dan solusi yang efektif membantu memulihkan keseimbangan untuk melindungi semua kehidupan di Bumi. Pada konferensi video November 2009 di Washington, DC, AS, Maha Guru Ching Hai berbicara tentang pencairan es yang mungkin lebih luas daripada perkiraan di Antarktika dan di tempat lain, sambil menekankan perlunya tindakan pada sumbernya.


http://www.pemanasanglobal.net/berita-terbaru/januari-2011/12-jan-2011.htm

Dampak Pemanasan Global

Dampak Pemanasan Global


Perubahan cuaca dan lautan
Dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

Pergeseran ekosistem
Dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vector penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.

Degradasi Lingkungan
Disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.


Sumber : http://www.andaka.com/pengaruh-pemanasan-global-terhadap-kesehatan.php